Search

Follow Us @soratemplates

Rabu, 16 Oktober 2019

Laporan Praktikum Golongan Darah pada Manusia

20.03 0 Comments
logo unej

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR
GOLONGAN DARAH PADA MANUSIA




Disusun Oleh :
                                                        Nama : Reny Dwi Irfiana
                                                        NIM : 150210103071
                                                        Kelompok : 08
                                                        Program Studi : Pendidikan Biologi



LABORATORIUM BIOLOGI DASAR
PENDIDIKAN BIOLOGI-PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015



I.                   JUDUL
Golongan Darah pada Manusia
II.                TUJUAN
Setelah selesai praktikum ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan penggolongan darah manusia
III.             DASAR TEORI
 Darah adalah cairan berwarna merah yang terdapat didalam pembuluh darah. Warna merah tersebut tidak selalu tetap. Tetapi berubah ubah karena pengaruh zat kandungannya, terutama kadar oksigen dan karbondioksida. Apabila kadar oksigen tinggi maka warna darahnya menjadi merah muda, tetapi bila kadar karbondioksidanya tinggi maka warna darahnya menjadi merah tua. Volume darah pada manusia adalah 8 % berat badan. Darah merupakan medium transport dari sistem sirkulasi. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke  jaringan dan dari jaringan dan paru-paru, tetapi juga mengangkut bahan lainnya di seluruh badan, diantaranya molekul-molekul makanan (seperti gula dan asam amino), limbah metabolism (urea), ion-ion dari macam-macam garam dan hormon-hormon (Waluyo, 2006 : 171).
Setiap orang mempunyai beberapa golongan berhubungan dengan berbedanya terdapat susunan protein darahnya. Protein yang memegang peranan untuk ini ialah antigen dan aglutinin (antibodi). Antigen, protein yang terdapat dalam eritrosit, aglutinin di dalam plasma (Yatim, 1987 : 211).
Kita mengenal ada empat macam golongan darah yaitu,  A, B, AB, dan O. Dalam sistem golongan darah terdapat dua macam zat sel darah A dan B, serta dua macam plasma yaitu anti A dan anti B. Berikut kombinasi yang mungkin terjadi, individu dengan A pada sel darah merahnya, memiliki anti B pada plasmanya. Individu dengan B pada sel darahnya, memiliki anti A pada plasmanya. Individu dengan A dan B pada sel darah merahnya, tidak memiliki anti A dan anti B pada plasmanya. Individu tanpa A dan B pada sel darah merahnya, memiliki anti A dan anti B pada plasmanya (Tim dosen pembina, 2015: 19).
Penggolongan darah dengan sistem yang lain adalah sistem Rhesus dan sistem MNS. Kedua sistem ini memiliki antigennya dalam eritrosit tapi tak ada aglutinin dalam plasma. Jadi kalau terjadi transfusi antara orang yang berbeda jenis darah, secara biasa dan kalau golongan darah mereka sama, maka tidak akan terjadi penggumpalan. Pada sistem Rhesus terdapat 2 jenis darah yaitu Rhesus (+) dan Rhesus (-), Rhesus (+) mengandung antigen faktor rhesus dalam eritrositnya, tak ada aglutinin dalam plasma darah. Sedangkan orang yang berjenis Rhesus (-) tidak mengandung antigen faktor rhesus, juga tidak mengandung aglutininnya dalam plasma. Dalam sistem MNS orang dibagi atas berbagai jenis : MS, MNS, NS, Ms, MNs, dan Ns. Disini juga hanya ada antigen pada eritrositnya, tetapi tidak ada aglutinin dalam plasma darahnya (Yatim, 1987 : 213).
Bila darah yang tidak cocok dicampur sehingga aglutinin anti A atau anti B dicampur dengan sel darah merah yang mengandung aglutinogen A atau B terjadilah aglutinitas sel darah merah sebagai berikut, aglutinin melekatkan dirinya pada sel darah merah. Karena aglutinin mempunyai 2 tempat pengikatan (tipe IgG) atau 10 tempat pengikatan (tipe IgM), maka satu aglutinin dapat mengikat satu atau lebih sel darah merah yang berbeda pada waktu yang sama, karena itu sel dapat melekat satu sama lain. Keadaan ini menyebabkan sel menggumpal. Gumpalan ini akan menyumbat pembuluh darah kecil di seluruh sistem sirkulasi. Selama beberapa jam sampai beberapa hari berikutnya, sel darah putih fagositik dan sistem retikuloendotelial akan menghancurkan sel-sel yang mengalami aglutinasi dan melepaskan hemoglobin ke dalam plasma (Guyton, 1995: 94).
Alat pembaca golongan darah dirancang secara elektronik untuk membaca dan menentukan golongan darah. Pembacaan golongan darah dan rhesus seseorang saat ini dapat dilakukan dengan proses pengujian sel darah merah dengan antisera (serum), dengan melihat apakah darah yang telah diberi antisera (serum) terjadi aglutinasi (penggumpalan) atau non-aglutinasi (tidak menggumpal) (Azhar, dkk, 2014). 
Ada tidaknya zat antigen dipermukaan membrane sel darah merah seorang individu menyebabkan darah individu dapat dikelompok-kelompokkan, yang kita kenal dengan golongan darah. Di dalam sel darah merah mempunyai perbedaan jenis karbohidrat dan protein. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Sebetulnya ada 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, namun sangat jarang. Transfusi darah dari golongan yang tidak sesuai dapat mengalami hal yang membahayakan bagi tubuh individu yang menerima, bahkan bias sampai kematian (Azhar, dkk, 2014).

IV. METODE PRAKTIKUM
4.1 Alat dan Bahan
Alat :
a. Mikroskop
b. Tusuk gigi
c. Pinset
d. Pensil
e. Lanset/jarum steril
f. Gelas obyek
Bahan :
a. Serum A dan B
b. Alkohol 70%
c. Kapas
d. Darah segar manusia

4.2 Cara kerja
  1.  Menarik garis tengah lurus dengan menggunakan pensil pada sisi panjang yang membagi gelas obyek menjadi dua bagian yang sama. Di pojok kiri atas gelas obyek tuliskan A dan di pojok kanan atas tuliskan B. letakkan gelas obyek pada selembar kertas putih.
  2. Mencuci tangan sampai bersih, mengambil segumpal kapas dengan pinset, celupkan dalam alkohol dan gosoklah pada ujung jari manis. Membiarkan alkohol mengering, kemudian menusuk bagian tersebut dengan menggunakan lanset yang telah disterilkan. Tempatkan setetes darah pada bagian A dan B pada gelas obyek
  3. Menutup bekas tusukan dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam alkohol
  4. Meneteskan segera serum anti A pada bagian A gelas obyek, aduk sampai merata dengan tusuk gigi
  5. Meletakkan setetes anti B pada darah di bagian B gelas obyek, aduk sampai merata dengan tusuk gigi
  6. Membandingkan kedua bagian A dan B pada gelas obyek jika :

         a. Terjadi penggumpalan pada bagian A, anda bergolongan darah A

         b.Terjadi penggumpalan pada bagian B, anda bergolongan darah B
     c.Terjadi penggumpalan pada bagian A dan B, anda bergolongan darah AB
     d.Tidak terjadi penggumpalan, anda bergolongan darah O

V.                   HASIL PENGAMATAN
No.
Probandus
Anti A
Anti B
Gol. darah
1.
Vela
Tidak menggumpal
Tidak menggumpal
O
2.
Nuris
Tidak menggumpal
Tidak menggumpal
O

golongan darah
golongan darah

VI.                   PEMBAHASAN
Sistem penggolongan darah pada manusia dibagi menjadi tiga macam, yaitu sistem ABO, sistem MN, dan sistem (rh). Sistem ABO merupakan penggolongan darah yang mulai dikenal ketika Karl Landsteiner (1868-1943), seorang ahli patologi berkebangsaan Austria berhasil menemukan penyebab terjadinya penggumpalan darah. Ia menyatakan bahwa penggumpalan darah disebabkan oleh dua tipe molekul yang disebut aglutinogen dan aglutinin. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa satu jenis aglutinin tertentu dapat menyebabkan eritrosit menggumpal jika eritrosit tersebut  mengandung aglutinogen tertentu. Aglutinogen atau antigen adalah protein darah yang terdapat di dalam eritrosit, sedangkan aglutinin adalah protein darah yang terdapat di dalam serum (plasma) darah. Kita mengenal ada 4 macam golongan darah, yaitu A, B, AB, dan O. Dalam sistem golongan darah terdapat dua macam zat sel darah yakni A dan B, serta dua macam plasma yaitu anti A dan anti B. Berikut kombinasai yang mungkin terjadi, individu dengan A pada sel darah merahnya, memiliki anti B pada plasmanya, individu dengan B pada sel darah merahnya, memiliki anti A pada plasmanya, individu dengan A dan B pada sel darah merahnya, tidak memiliki anti A maupun anti B pada plasmanya, individu dengan A dan B pada sel darah merahnya, memiliki anti A maupun anti B pada plasmanya.
Pada tahun 1972, K. Landsteiner dan P. Levine telah menemukan golongan darah sistem MN, akibat ditemukannya antigen M dan antigen N pada sel darah merah manusia. Sistem ini digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu golongan M mengandung antigen M, golongan N mengandung antigen N, golongan MN mengandung antigen M dan antigen N. Penentuan jenis golongan darah pada sistem MN juga berdasarkan pada ada tidaknya aglutinogen pada sel darah merah, tetapi tidak dikenal adanya aglutinin. Jumlah alel yang menentukan golongan darah seseorang hanya ada 2, yaituIM dan IN. Kedua alel tersebut bersifat kodominan.
Faktor Rhesus pertama kali di temukan pada jenis kera oleh Landsteiner dan Wiener. Orang yang memiliki antigen rhesus dinamakan rhesus positif (Rh+), sedang yang tidak memiliki antigen rhesus dinamakan rhesus negative (Rh-). Sistem ini dikendalikan oleh gen dengan alel Rh dan rh. Alel Rh bersifat dominan terhadap alel rh. Kecocokan faktor rhesus sangat penting, karena ketidakcocokan golongan misalnya donor Rh+ sedangkan resipiennya Rh- dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap (Rh) O yang dapat menyebabkan hemolisis.
Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma. Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel dan substansi interseluler yang berbentuk plasma. Secara fungsional pun darah merupakan jaringan pengikat dalam arti menghubungkan seluruh bagian-bagian dalam tubuh sehingga merupakan integritas. Apabila darah dikeluarkan dari tubuh maka segera terjadi bekuan yang terdiri atas unsur berbentuk dan cairan kuning jernih yang disebut serum. Serum sebenarnya merupakan plasma tanpa fibrinogen (protein). Secara umum darah berfungsi sebagai media transportasi dalam tubuh. Darah manusia terdiri atas dua komponen, yakni cairan darah (plasma darah) dan komponen padat (butir-butir darah atau platelet). Darah tersusun atas 55% plasma darah, 44% sel darah merah dan sisanya adalah sel darah putih dan keping darah.
Darah memiliki beberapa fungsi diantaranya untuk mengangkut sari-sari makanan, air, dan oksigen ke seluruh tubuh, mengangkut CO2 dan zat sisa hasil metabolisme menuju organ ekskresi, mengatur keseimbangan asam dan basa agar terhindar dari kerusakan jaringan, sel darah putih berperan dalam mempertahankan tubuh dari infeksi kuman penyakit, menjaga stabilitas suhu tubuh, dan mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin ke bagian tubuh tertentu.
Plasma darah mengandung fibrinogen yang berperan dalam pembekuan darah, serum albumin yang berkaitan dengan proses absorbsi, serum globulin yang berperan dalam membentuk antibodi yang diperlukan dalam reaksi imunitas, serta protein dalam serum darah yang berfungsi memelihara kekentalan (viskositas) darah atau memelihara osmosis darah. Selain itu ditemukan pula adanya enzim protrombin yang akan aktif ketika proses pembekuan darah. Dalam plasma darah terdapat zat anorganik yang mencapai 1% seperti karbonat, klorida, dan fosfat yang berikatan dengan logam kalsium, sodium, magnesium, dan potasium. Garam mineral berperan dalam memelihara darah agar tetap dapat menjalanan fungsinya.
Komponen padat atau sel darah terdiri atas sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah. Sel darah merah (eritrosit) berbentuk bikonkaf berukuran 7,5  - 7,7  dan tidak memiliki inti. Eritrosit memiliki pigmen respirasi yang dinamakan hemoglobin. Hemoglobin berperan mengikat oksigen (O2) sehingga membentuk oksihemoglobin (HbO2). Ikatan oksihemoglobin menyebabkan warna merah pada darah. Hemoglobin memiliki unsur Fe2+. Eritrosit dibentuk di dalam sumsum tulang merah. Pada anak-anak, eritrosit dibentuk pada tulang pipa atau tulang panjang. Dalam tubuh, jumlah eritrosit diperkirakan 5 juta setiap mm3 pada laki-laki atau 4,5 juta mm3 pada wanita.
Sel darah putih (leukosit) tidak mempunyai inti, tidak berwarna, dan tidak mengandung hemoglobin. Sel darah putih mempunyai bentuk tidak tetap (amoeboid). Berdasarkan granula (butiran protein) pada sitoplasmanya, sel darah putih dibedakan menjadi sel darah putih yang bergranula (granulosit) dan sel darah putih tidak bergranula (agranulosit). Leukosit yang mengandung granula protein adalah eosinofil, basofil, dan neutrofil. Leukosit yang tidak mengandung granula protein adalah monosit dan limfosit. Dalam tubuh jumlah leukosit sekitar 5000-10.000 setiap mL darah. Leukosit dibentuk dalam sumsum tulang vertebra, kelenjar limfa, dan limpa. Jumlah leukosit dapat meningkat jika terjadi infeksi. Leukosit berfungsi membantu pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
Keping darah (trombosit) memiliki bentuk yang tidak beraturan, tidak memiliki inti, dan memiliki ukuran yang lebih kecil daripada eritrosit. Jumlah trombosit sekitar 250.000-400.000/mL darah. Trombosit memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah. Proses pembekuan darah diawali dari adanya kulit atau pembuluh darah yang terluka yang menyebabkan trombosit pecah dan mengeluarkan enzim tromboplastin atau trombokinase, tromboplastin bertemu dengan protrombin dan ion Ca2+ sehingga terbentuk trombin, trombin bertemu dengan fibrinogen membentuk fibrin yang berupa benang-benang halus untuk menghalangi darah keluar.
Praktikum kali ini mempelajari mengenai golongan darah pada manusia. Golongan darah manusia dapat diketahui dengan meneteskan serum anti A dan anti B pada darah. Apabila saat ditetesi serum anti A darah menggumpal dan saat ditetesi serum anti B darah tidak menggumpal itu berarti orang tersebut memiliki golongan darah A. Apabila sebaliknya saat ditetesi serum anti A darah tidak menggumpal dan saat ditetesi serum anti B darah menggumpal berarti orang tersebut bergolongan darah B. Saat ditetesi serum anti A dan B keduanya menggumpal berarati golongan darahnya AB, dan ketika ditetesi serum anti A dan anti B darah tidak menggumpal berarti golongan darah orang tersebut adalah O. Kenapa saat ditetesi anti A dan atau anti B darah mengalami penggumpalan, karena darah mengandung serum A dan atau serum B yang merupakan bagian dari plasma darah yang mengandung antibodi, antibodi bertugas untuk mengatasi penyakit sehingga apabila antibodi bertemu dengan benda-benda asing dalam hal ini anti A dan atau anti B maka serum yang mengandung antibodi inilah yang akan bertugas memberi pertahanan  pada tubuh sehingga mengakibatkan darah mengalami penggumpalan.
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan terhadap dua orang probandus yakni vela dan nuris didapatkan hasil yang sama yaitu saat ditetesi serum anti A dan anti B darah sama-sama tidak menggumpal, hal itu menunjukkan bahwa vela dan nuris memiliki golongan darah O. Namun, pengujian secara manual (menggunakan serum anti A dan anti B) seperti ini belum bisa dikatakan 100% akurat, dikarenakan bisa saja serum yang digunakan telah kadaluarsa atau pun mengalami masalah.

VII.                PENUTUP
7.1  Kesimpulan
Ada empat macam golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Dalam sistem golongan darah terdapat dua macam zat sel darah yakni A dan B, serta dua macam plasma yaitu anti A dan anti B. Berikut kombinasai yang mungkin terjadi, individu dengan A pada sel darah merahnya, memiliki anti B pada plasmanya, individu dengan B pada sel darah merahnya, memiliki anti A pada plasmanya, individu dengan A dan B pada sel darah merahnya, tidak memiliki anti A maupun anti B pada plasmanya, individu dengan A dan B pada sel darah merahnya, memiliki anti A maupun anti B pada plasmanya.

7.2  Saran
Praktikum kali ini sudah baik, jaga kebersihan laboratorium dan tetap teliti saat praktikum.

VIII.             DAFTAR PUSTAKA
Azhar, dkk. 2014. Alat Pembaca Golongan Darah dan Rhesus. Jurnal Teknik Elektro dan 
          Komputer. Volume 2, nomor 2. Kota Pekanbaru
Guyton, A.C. 1995. Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
Tim Dosen Pembina. 2015. Petunjuk Praktikum Biologi Dasar. Jember: Universitas Jember
Waluyo, Joko. 2006. Biologi Dasar. Jember : Jember University Press
Yatim,Wildan. 1987. Biologi. Bandung : Tarsito




Cara Menjadi Blogger dalam 3 Hari bersama Blogger Jember Sueger

18.31 4 Comments


Haloo assalamualaikum teman-teman semua, masih semangat belajar nggak nih buat jadi blogger yang handal? semoga masih semangat yaa.. (saya aja masih semangat kok, hehe). Kali ini saya akan bercerita nih bagaimana caranya menjadi blogger dalam 3 hari dan apa saja hal-hal yang harus dikuasai oleh seorang blogger pemula/newbie. Kenapa kok 3 hari?? ya karena materi ini saya dapatkan dari hasil pelatihan blogging (blogging class) yang diadakan oleh Blogger Jember Sueger selama 3 hari, jadi seminggu sekali selama 3 minggu yakni setiap hari sabtu (cukup singkat sih namun sangat bermanfaat, haseek).

Yukk ahh langsung aja disimak!
Untuk menjadi seorang blogger, hal pertama yang harus dimiliki adalah niat (tentunya, kalo gak ada niat pasti gak jalan), yang kedua adalah blog (kalo gak ada blog gak mungkin jadi blogger kan ya, hehe). Bagi temen-temen yang mau jadi blogger atau masih blogger pemula seperti saya ini, bisa kok membuat blog gratis di penyedia layanan blog seperti blogger.com atau wordpress.com (kalau saya pakai blogger.com, jadi nanti alamat blog kita akan berekstensi subdomain .blogspot.com). Nah kalau mau blog kita lebih dipercaya sama pembaca atau mau menjadi blogger yang pro kita harus mengubah ekstensi alamat blog kita menjadi Top Level Domain (TLD) seperti .com, .net, .org, dll (untuk domain yang satu ini berbayar lho ya teman-teman, kalian bisa beli di penyedia domain seperti rumahwebgram.com, jagoanhosting.com, atau lainnya. Kalau saya Alhamdulillah kemarin baru menang give away domain gratis dari rumahwebgram jadi udah bisa pakai TLD .com deh sekarang, walaupun saya sendiri sejujurnya masih belum terlalu paham sih mengenai per-domain-an (intinya masih harus banyak belajar lagi).

Langkah selanjutnya setelah kita memiliki blog adalah mulai menentukan niche atau tema blog mau ke arah mana, kemudian mendesain blog semenarik mungkin, baru lah mengisi blog kita dengan tulisan-tulisan yang dilengkapi foto-foto sebagai pendukung (kalau masih bingung gimana caranya, temen-temen bisa baca postingan saya sebelumnya Yuk Jadi Blogger bersama Blogger Jember Sueger, disana ada materi kelas sebelumnya tentang cara menentukan niche, mendesain blog yang menarik, dan teknik fotografi untuk blog).

Terus… apa cuma itu aja nih buat menjadi seorang blogger? eitts, enggak dong. Berdasarkan kelas terakhir yang saya ikuti 9 Februari 2019 kemarin, untuk menjadi seorang blogger kita juga harus tau yang namanya SEO, bagaimana menulis konten kreatif, bagaiman cara merawat blog, dan yang paling menarik monetize atau cara menghasilkankan uang dari blog (nah nah nah.. pasti pada penasaran kan?? sabar-sabar, saya akan jelaskan satu-satu hehe).

Materi pertama adalah mengenai cara menulis konten kreatif yang disampaikan oleh kak Agus Setiawan atau lebih dikenal dengan panggilan kak Suga. Di awal materi kami ditanyai satu-satu apa yang dimaksud dengan kata “kreatif”, rata-rata menjawab unik atau beda dari yang lain, tetapi dengan imbuhan kata yang berbeda-beda, intinya sih sama saja hehe. Kata beliau tidak ada jawaban salah semuanya benar, beliau hanya menambahan bahwa intinya konten kreatif itu konten yang unik, beda dari yang lain, yang dapat membuat pembaca tertarik untuk membaca tulisan kita.
Penyampaian materi konten kreatif oleh kak Suga

Lalu bagaimana cara membuat konten kreatif di blog kita??
Ada banyak cara sih sebenarnya, bisa dengan menambahkan gambar pendukung (baik berupa foto yang sudah di edit atau pun gambar kartun), selain itu juga bisa ditambahkan dengan animasi atau video singkat sesuai isi konten agar pembaca lebih tertarik membaca. Dan yang utama menetukan gaya tulisan kita, ada yang menentukan judul dulu baru isi atau sebaliknya, intinya usahakan judulnya itu unik, beda dari yang lain dan tentunya nyambung juga sama isinya. Selain itu usahakan setiap tulisan kita itu orisinil dan berdasarkan pengalaman pribadi, karena biasanya tulisan berdasarkan pengalaman akan lebih mengalir dan ngena ke pembaca.

Next, materi kedua tentang SEO yang disampaikan oleh kak Rizki Vadilla. Materi ini cukup rumit menurut saya karena sangat asing sekali di telinga blogger pemula seperti saya ini dan meski sudah saya dengarkan pun saya tak cukup memahaminya dengan baik hehe, tapi kurang lebih seperti ini yang saya tangkap. SEO adalah singkatan dari Seacrh Engine Optimization yakni serangkaian proses agar halaman website tampil di posisi teratas di google. Tujuannya apa?? yaitu untuk meningkatkan kunjungan pembaca dan dapat meningkatkan penghasilan (jika kita memasang iklan di blog kita). SEO ini ada 2 jenis yaitu SEO internal (optimalisasi dari dalam blog) dan SEO eksternal (optimalisasi dari luar blog).
SEO internal dapat dilakukan dengan 6 cara, yaitu:
1. Pemilihan nama domain
Usahakan menggunakan TLD, gunakan nama domain yang mudah diingat, unik, mencerminkan isi, dan tidak memakai tanda hubung.
2. Judul Artikel
Tempatkan keyword pada judul postingan (contoh: Inilah cara membuat blog yang mudah), membuat long tail keyword (contoh: 10 cara membuat blog untuk pemula), dan menambahkan kata-kata menarik (contoh: Panduan komplit cara membuat blog untuk pemula). Jadi usahakan judulnya itu berisi keyword isi tulisan dan unik agar menarik pembaca.
3. URL Artikel
Agar lebih mengoptimalisasi SEO internal, pasang url artikel kita di kolom permalink, pilih custom dan copy url artikel kita disana.

4. Penanaman keyword
Untuk hasil yang lebih optimal lagi kita bisa menanamkan keyword di setiap alenia dalam artikel kita, cukup 2-3 kali dalam tiap alenia.
5. Tag Artikel
Tag atau label artikel ternyata juga dapat mempengaruhi SEO, selain itu juga dapat memudahkan pembaca dalam memilah dan memilih artikel yang sesuai keinginan.
6.Deskripsi foto
Ternyata nama foto juga dapat mempengaruhi pencarian (saya juga baru tahu), selama ini kalau kita posting foto ya asal posting aja kan ya, nah usahakan ubah dulu nama fotonya sesuai dengan keyword agar lebih mudah ditemukan oleh mesin penarian.

Selanjutnya SEO eksternal, dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu: Mendaftar webmaster tools, blogwalking, dan bertukar link. Saya juga tidak terlalu paham sih tentang webmaster tools, pokoknya kemarin itu tujuannya untuk mendaftarkan artikel dalam blog kita ke google gitu, nah nanti temen-temen bisa cari sendiri ya di google apa dan gimana cara pakainya. Kalau blogwalking, kita tuh jalan-jalan di blog temen kita lalu meninggalkan jejak berupa komentar, nah itu tuh sudah salah satu bagian SEO yaitu kita nanam link ke blog temen kita, dengan harapan nanti ada yang penasaran dan berkunjung lah ke blog kita.

Materi selanjutnya gak kalah pentingnya nih, yaitu cara merawat blog oleh kak Prita HW.  Beliau menjelaskan pentingnya kita merawat dan mengelola blog kalau kita mau jadi seorang blogger. Bagimana caranya?? pertama-tama bisa dengan mengubah domain kita menjadi TLD (Alhamdulillah udah hehe), lalu konsisten memproduksi konten minimal 1 bulan sekali, kalau sudah konsisten bisa ditingkatkan sebulan 2x, lalu seminggu sekali atau malah mau tiap hari nulis ya gapapa malahan buagus banget (PR banget nih konsisten nulis blog bagi saya hehe). Selanjutnya bergabunglah dalam komunitas blogger untuk menjaga semangat dalam ngeblog, terus jangan lupa juga menjalin relasi antar blogger (bisa berupa blogwalking atau arisan link). Selain itu juga bisa dengan merefresh desain blog kita, gak perlu sampai merubah tema kok, cukup mengotak-atik bagian header aja supaya pembaca gak bosen. Bisa juga dengan memasang google analytics untuk melihat ketertarikan pengunjung blog, dan berinteraksi dengan pembaca melalui membalas komentar atau mengadakan give away, serta jangan lupa untuk meningkatkan DA (Domain Authority) dan PA (Page Authority) blog kita. Apasih DA dan PA itu?? sejujurnya saya juga masih belum paham, intinya itu berpengaruh ke rangking blog kita, semakin tinggi DA dan PA blog kita maka kita bisa mendapatkan job ngeblog yang lebih banyak dengan bayaran yang tinggi (jika masih bingung nanti googling lagi ya, termasuk saya juga sih kudu belajar lagi)

Dan tibalah di materi terakhir yang paling seru dan ditunggu nihh yaitu monetize (cara menghasilkan uang dari blog), materi ini disampaikan oleh kak Ilham Sadli dan Faisol Abrori. Sejujurnya saya sedikit lupa-lupa ingat apa saja sih hehe, tapi kalau gak salah ada, Content placement, Google adsense, dan Lomba blog. Content placement cara kerjanya cukup sederhana yaitu kita hanya meletakkan tulisan yang sudah dibuat oleh orang lain atau brand tertentu dan kemudian mempostingnya di blog kita, bisa secara copy paste langsung atau mengubahnya menyesuaikan gaya bahasa blog kita (semacam titip artikel di blog kita), syarat untuk bisa menerima job ini minimal biasanya DA/PA-nya 10-15. Kalau google adsense itu sendiri adalah cara memperoleh uang dari iklan yang dipasang di blog kita, yang biasanya muncul dan di suruh klik itu lhoo, nah ini cukup ribet dan beresiko kata kak Ilham, usia blog minimal harus 2 tahun, dan persyaratan lainnya saya lupa apa aja hehe, selain itu proses mendaftarnya pun tidak mudah, nunggu acc dari google itu lho lama (kaya nunggu dia yang gak peka-peka *ehh), dan beresiko banyak yang iri (spam klik) yang menyebabkan adsense kita error dan bisa di blacklist oleh google dan parahnya tidak bisa mendaftar lagi seumur hidup (serem ya, saya pribadi sih kurang tertarik, tapi sebenarnya bisa dicoba lah ya). Terakhir, kita juga bisa menghasilkan uang dari blog dengan mengikuti berbagai perlombaan blog lho teman. Selain untuk tujuan uang sebenarnya tujuan utama ikut lomba blog adalah sebagai sarana berlatih dan mengasah kemampuan menulis kita dibandingkan blogger-blogger lainnya agar kita bisa semakin tumbuh dan berkembang menghasilkan konten kreatif dan bermanfaat. Apakah harus blog yang berekstensi TLD yang bisa ikut lomba? kata Faisol sih gak harus, jadi semua bisa ikut dan semua berkesempatan menang, karena selera juri di tiap lomba itu berbeda-beda.
Foto bersama seusai kelas terakhir di NOG Resto

Cukup mudah kan ya?? kalau masih bingung bisa di baca-baca lagi sambil dipraktekin ya teman-teman, karena teori tanpa praktek itu hampa. Nahh itu tadi adalah beberapa cara untuk menjadi seorang blogger dari hasil pelatihan blogging bersama Blogger Jember Sueger, harapan saya semoga di tahun ini bisa konsisten ngeblog dan mendapat bonus penghasilan dari sini, aamiin. Semoga yang sedikit ini dapat menginspirasi banyak, keep learning, keep writing, and keep sharing.
Wassalamu’alaikum..