Search

Follow Us @soratemplates

Selasa, 16 April 2019

Serunya Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Sosialisasi Diet Kantong Plastik oleh Alfamart Jember

11.57 1 Comments
Sumber: instagram @thejannah.ins

Halooo assalamu’alaikum teman-teman, apa kabarnya nih? sudah hampir 1 bulan lamanya saya vakum mengisi blog ini, rasanya ada rindu-rindu gimana gitu hehe. Resolusi awal tahun minimal 2 minggu sekali nulis di blog, tapi apa daya kesibukan membuat terlena hingga lupa blognya gak keurus. Tapi tenang, kali ini saya akan kembali kok (barangkali ada yang rindu tulisan saya). Jujur, kemarin-kemarin gak nulis karena kesibukan dan bingung mau nulis apa, tapi kali ini Alhamdulillah  bisa nulis berkat ikutan acara Alfamart kemarin. Acara apaan sih??? Bagi yang penasaran langsung disimak aja deh yaa..
Hari Selasa lalu tepatnya tanggal 9 April 2019, saya bersama teman-teman blogger, ibu-ibu dan kakak-kakak dari komunitas-komunitas yang ada di Jember menghadiri sebuah acara menarik yang diadakan oleh Alfamart bekerja sama dengan The Jannah Institute (TJI)bertempat di Grand Cafe, Jalan Jawa No. 28A, Jember. Acara tersebut diberi judul Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (Khusus Perempuan).

Sempet mikir sih kenapa kok khusus perempuan ya?? Menurut saya alasannya adalah karena perempuan (khususnya ibu) merupakan guru pertama bagi anak-anaknya, sehingga sumber informasi pertama yang diterima oleh anak adalah ibu, selain itu perempuan juga memiliki sifat yang ramah dan suka berbagi, sehingga diharapkan dari pelatihan ini para ibu bisa menyebarluaskan ilmu yang didapatkan. Kalau saya pribadi lebih suka berbagi melalui tulisan, dan semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat untuk teman-teman yang membacanya. Selamat menyimak!

Kayak gimana sih keseruan acaranya??
Kalau boleh curhat dikit nih ya, acaranya seru banget, banyak banget yang bisa kita dapatkan. Tak hanya ilmu, tetapi juga snack, makan siang gratis dan bingkisan dari Alfamart untuk seluruh peserta,  serta ada tambahan doorprize bagi peserta yang beruntung. Sudah acaranya gratis dapatnya banyak pula (duhhh senengnya).

Lalu, apa aja sih yang dibahas di acara itu???
Ada tiga topik utama yang dibahas dalam acara kali ini, yang pertama adalah pelatihan pembuatan pastry isi, yang kedua adalah kampanye diet kantong plastik, dan yang ketiga adalah penjelasan mengenai managemen ritel modern ke pedagang kelontong. Saya akan ceritakan detail acaranya supaya temen-temen seolah-olah juga ikut dalam acara dan semoga juga bisa mendapatkan ilmu yang sama seperti yang hadir.

Sambutan Pak Yosia selaku Branch Manager Alfamart Jember
Pertama-tama acara dibuka dengan ucapan bismillah dan doa yang dipandu oleh mbak Prita HW (Founder TJI) selaku MC. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh pak Yosia Andika Pakiding selaku Branch Manager Alfamart Jember. Beliau menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat, jadi tak hanya berbisnis, alfamart juga ingin memberikan dampak positif ke masyararakat. Beliau berharap acara  pelatihan semacam ini bisa terus berlangsung agar dampak posistif yang tersebar bisa semakin luas lagi. FYI, pelatihan ini sudah ke 5 kalinya diadakan oleh Alfamart bekerjasama dengan TJI (good job alfamart).

Next, masuk ke inti acaranya. Materi dibuka dengan praktek langsung membuat puff pastry yang dipandu oleh bu Indah Setyowati (ig:@indah_setyojember), beliau merupakan pemilik usaha home pastry dan home roastry di Jember. Awalnya bu Indah mendemonstrasikan bagaimana caranya membuat adonan kulit pastry, kemduian tips pembuatan layer pastry agar bagus, dan setelah itu kita diajak untuk praktek sendiri mengkreasikan puff pastry dengan isi sesuka kita (bisa buah, coklat, kacang atau campur).

Bagi temen-temen yang penasaran gimana cara buatnya, berikut ini merupakan resep puff pastry ala bu Indah yang berhasil saya catat:

Bahan: 500 gram tepung tinggi protein (bisa pakai cakra atau merk lain), 3 buah telur (ambil kuningnya saja), 100 gram margarin, 200 gram korsvet, 1 sdt garam, 1 sendok gula, dan air dingin secukupnya.
Alat: mixer, oven, plastik bening, dan gilingan.
Cara pembuatan: seluruh bahan dicampurkan ke dalam mixer hingga tercampur rata, setelah itu letakkan di plastik bening, beri sedikit tepung agar tidak lengket dan pipihkan dengan gilingan, kemudian lapisi dengan korsvet secara merata, barulah mulai pembentukan layer dengan cara melipatnya. Untuk mendapatkan kulit puff pastry yang bagus dan renyah kuncinya adalah layernya, biasanya dibentuk hingga 4 layer dan lipatannya harus bener. Caranya yaitu lipat adonan bagian kanan dan kiri ke tengah sehingga menjadi 2, kemudian lipat lagi jadi satu. Lapisi dengan korsvet lagi dan ulangi langkah tersebut hingga 4 kali. Setelah itu adonan bisa dipotong-potong sesuai selera dan diisi sesuai selera pula. Barulah adonan dimasukkan ke dalam oven dengan suhu ±200ºC dan ditunggu hingga matang. Gampang kan?? selamat menoba di rumah!
Sambil menunggu puff pastry nya matang, acara dilanjutkan dengan materi berikutnya yang disampaikan oleh pak M. Faruq Asrori (Corporate Communication Regional Manager Alfamart) dan bu Ame Dwi Pramesti (Corporate Communication Manager Alfamart) mengenai diet kantong plastik. Beliau memulai penjelasan dengan menyampaikan data bahwa Indonesia merupakan negara kedua penyumbang sampah plastik terbesar ke laut yaitu sekitar 187,2 juta ton (berbagai macam plastik mulai dari sedotan, kantong plastik, botol, dsb). Untuk kantong plastik sendiri jika dihitung, kurang lebih 1 orang dapat menghabiskan lebih dari 700 lembar per tahun sehingga total mencapai 9,8 miliar sampah plastik per tahunnya (wahh banyak banget ya teman-teman).

Memang sih plastik dinilai lebih praktis dalam penggunaannya, tetapi sesungguhnya plastik patut kita waspadai dampaknya untuk lingkungan ke depan. Selain susah terurai (butuh waktu hingga ribuan tahun), sampah plastik juga menimbulkan pencemaran lingkungan yang dapat mengganggu habitat makhluk hidup. Salah satu contohnya adalah penemuan paus yang mati di perairan Waktobi pada 19 November 2018, setelah dicari tahu penyebab kematiannya adalah karena isi perutnya hampir 50% sampah plastik yang tidak bisa dicerna oleh sang paus. Jadi inget juga, pernah lihat di ig tentang penemuan sampah plastik bungkus mie instan di pantai dengan tulisan Selamat HUT RI ke 55, padahal sekarang sudah hampir HUT RI ke 74, berarti sudah 19 tahun lamanya plastik tersebut terombang-ambing di alam, namun tak kunjung terurai juga (sedih kan yaa).
Penyampaian materi diet kantong plastik oleh pak Faruq
Lalu upaya apa yang bisa kita lakukan untuk lingkungan??
Tentunya adalah upaya pengurangan sampah plastik (salah satunya diet kantong plastik) dengan cara menerapkan prinsip 5R, yaitu Reuse, Reduce, Refuse, Recycle dan Rethink. Reuse berarti kita menggunakan kembali kantong plastik yang masih bisa kita gunakan. Reduce dan Refuse yakni mengurangi penggunaan plastik, bahkan menolaknya. Recycle berarti memilah dan memilih sampah plastik untuk di daur ulang. Dan terakhir Rethink yaitu pikir kembali sebelum menggunakan kantong plastik, apakah memang benar-benar butuh atau tidak (jika tidak terlalu butuh sebaikya jangan). Melalui sosialisasi prinsip 5R ini ke masyarakat, diharapkan produksi sampah plastik oleh masyarakat akan menurun.

Tak hanya sebatas soasialisasi, Alfamart juga menerapkan program Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) sebagai bentuk upaya kepedulian terhadap lingkungan. Alfamart bersama Aprindo (Asosisasi Pedagang Ritel Indonesia) sebenarnya sudah pernah menerapkan program KPGT ini pada tahun 2016 (Februari-Agustus) dan hasilnya menunjukkan penurunan penggunaan kantong plastik hingga 30% secara nasional, namun memang waktu itu belum ada regulasi yang jelas sehingga tidak berlanjut.

Tahun ini per 1 Maret 2019 Alfamart dan Aprindo kembali menerapkan program KPTG di seluruh toko dengan memberikan harga Rp.200-500 per kantong plastiknya. Harapannya masyarakat jadi enggan memakai plastik dan beralih menggunakan tas belanja alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Kampanye diet plastik ini bukan menitik beratkan pada penjualan kantong plastik, tetapi lebih ke mengedukasi masyarakat untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah. Selain itu bagi konsumen yang tidak membawa tas sendiri, alfamart juga menyediakan tas belanja kain dengan desain menarik seharga Rp.4000, jika memang konsumen tidak berkenan barulah kasir akan menawarkan kantong plastik berbayar. Alfamart aja sudah bergerak, kita kapan?? Yuk generasi milenial belajar lebih bijak dalam menggunakan plastik, setidaknya langkah kecil kita mengurangi plastik hari ini akan berdampak besar untuk kehidupan bumi kita ke depan. Save our Earth!

Terakhir sebagai materi penutup, Alfamart juga memberikan info mengenai managemen ritel modern ke pedagang warung. Materi ini disampaikan oleh pak Taufik Hidayanto selaku Store Sales Manager Alfamart Jember. Beliau menjelaskan bahwa kemitraan Alfamart dengan pedagang warung sudah berjalan lebih dari 10 tahun, bentuk kerjasama tersebut beragam, mulai dari suplai barang dengan potongan harga, pelatihan pedagang, hingga program bedah warung. Dan yang terbaru, kini alfamart bekerjasama dengan PT. Modal Mitra Usaha menyediakan pinjaman modal dengan tenor 7-30 hari bagi mitra pedagang alfamart yang ingin mengembangkan usahanya tapi tidak punya modal.

Kemudahan lain yang diberikan alfamart adalah adanya aplikasi Alfamikro, yang memudahkan pedagang untuk berbelanja tanpa perlu ke toko, bisa melakukan pembayaran dan juga melakukan peminjaman modal melalui aplikasi tersebut. Menarik sekali kan yaa..

Oiya satu lagi, kini alfamart juga membuka peluang usaha dengan penyediaan tempat di depan toko untuk berjualan bagi para pedagang yang ingin bermitra. Pak Taufik juga menambahkan, alfamart berencana akan memasukkan makanan seperti nasi atau kue basah tradisional ke dalam toko, yang tentunya hal tersebut akan turut membantu mengembangkan usaha masyarakat kecil kan ya (semoga bisa terlaksana ya pak).
Bagi temen-temen yang mungkin tertarik ingin bermitra bersama alfamart silahkan hubungi pak Taufik ya (kalau butuh nomernya silahkan japri saya hehe).

Penyampaian materi managemen ritel modern oleh pak Taufik
Dengan berakhirnya materi dari pak Taufik, berakhir pula lah acara pelatihan pemberdayaan perempuan kali ini, tapi gak langsung pulang kok... Kita diajak makan siang bersama dulu oleh alfamart dengan menu yang beragam, ada nasi goreng, ayam kremes, sop buntut, dan kwetiau. Sembari makan, kita diberi bingkisan bagi seluruh peserta dan doorprize bagi yang beruntung bisa menjawab pertanyaan dari alfamart. Duhh pokoknya gak rugi deh datang ke acara ini. Terimakasih alfamart dan TJI atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menghadiri acara ini.

Nahh.. gimana nih teman-teman, seru dan menarik bukan acara yang diadakan oleh Alfamart, sudah bertambah belum pengetahuannya?? semoga cerita saya ini dapat menambah pengetahuan untuk teman-teman semua ya, semoga juga kita bisa semakin sadar untuk mencintai lingkungan melalui gerakan kecil seperti pengurangan pemakaian plastik, bisa makin kreatif lagi dalam berwirausaha (bisa coba jualan pastry mungkin), dan bagi yang ingin membuka usaha toko kelontong bisa banget lho bermitra dengan Alfamart, karena banyak kemudahan yang ditawarkan disana. Oke dehh cukup sekian cerita saya kali ini, tunggu cerita saya selanjutnya ya (semoga bisa ngeliput event kayak gini lagi, aamiin). Wassalamualaikum wr.wb.

Dibuang sayang!




Rabu, 27 Maret 2019

Laporan Praktikum Biologi Dasar Difusi dan Osmosis

08.25 0 Comments

Haloo teman-teman, kali ini aku bakalan sharing beberapa laporan praktikum selama aku kuliah, semoga bisa membantu..

I.                   JUDUL
Difusi dan Osmosis
II.                TUJUAN
Untuk memahami permasalahan yang terjadi dalam percobaan mengenai difusi dan osmosis
III.             DASAR TEORI
Transpor pasif adalah difusi zat melintasi membran tanpa mengeluarkan energi. Molekul memiliki tipe energi yang disebut gerak termal (panas atau kalor). Salah satu hasil gerak termal adalah difusi (diffusion), pergerakan molekul zat sehingga tersebar merata di dalam ruang yang tersedia. Suatu zat akan berdifusi dari tempat yang konsentrasinya lebih tinggi ke tempat yang konsentrasinya lebih rendah. Dengan kata lain, zat apa pun akan berdifusi menuruni gradien konsentrasi (concentration gradient), wilayah gradasi penurunan densitas zat kimia. Salah satu contoh penting difusi adalah pengambilan oksigen oleh sel yang melakukan respirasi selular. Difusi zat melintasi membran biologis disebut transpor pasif (passive transport) karena sel tidak harus mengeluarkan energi agar hal ini terjadi. Gradien konsentrasi sendiri merepresentasikan energi potensial dan menggerakkan difusi. Akan tetapi, ingat bahwa membran bersifat permeabel selektif dan karenanya memiliki efek berbeda-beda terhadap laju difusi berbagai molekul. Larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi akan memiliki konsentrasi air yang lebih rendah, dan air akan berdifusi ke dalam larutan tersebut karena alasan itu. Akan tetapi, untuk larutan encer seperti sebagian  besar cairan biologis, zat terlarut tidak terlalu mempengaruhi konsentrasi air. Perbedaan konsentrasi air bebas lah yang penting. Pada akhirnya efeknya sama saja : Air berdifusi melintasi membran dari wilayah yang berkonsentrasi zat terlarut lebih rendah ke wilayah yang berkonsentrasi zat terlarut lebih tinggi sampai konsentrasi zat terlarut pada kedua membran setara. Difusi air melalui membran permeabel selektif disebut osmosis (Campbel dkk., 2010:142-143).
Difusi adalah pergerakan molekul suatu zat secara random yang menghasilkan pergerakan molekul efektif dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contoh-contohnya adalah difusi zat warna dalam air tenang, difusi glukosa dan teknik tomografi, difusi zat melalui membran, difusi oksigen dalam membran polimer. Bahkan difusi tidak hanya terjadi pada skala mikro tetapi juga skala makro, seperti difusi gas dalam galaksi. Model dasar yang digunakan dalam penelitian tentang difusi biasanya adalah hukum fick, namun bentuknya akan bervariasi sesuai dengan asumsi-asumsi peneliti (Trihandaru dkk., 2012).
Ekstraksi osmosis merupakan peristiwa berpindahnya kadar air dalam sel melalui membran semi permeabel dari keadaan sel yang hipotonis menuju hipertonis, sehingga terjadi plasmolisis yang menyebabkan terlepasnya sitoplasma dari dinding sel (Rahmasari dan Wahono, 2014).
Osmoregulasi terjadi pada hewan perairan, karena afanya perbedaan tekanan osmosis (osmosis berasal dari bahasa yunani yang berarti mendorong) antara larutan (biasanya kandungan garam-garam) di dalam tubuh dan di luar tubuh. Sehingga osmoregulasi merupakan upaya hewan air untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion yang terdapat di dalam tubuhnya dengan lingkungan melalui sel permeable ( Lantu, 2010).
Konsentrasi merupakan faktor yang menentukan difusi dalam larutan. Konsentrasi air dalam air murni itu 100% sedangkan dalam larutan konsentrasinya kurang dari 100%. Zat terlarut menurunkan konsentrasi air, sedangkan air sebaliknya juga menurunkan konsentrasi zat terlarut. Contohnya adalah gula yang dilarutkan dalam air murni. Volume larutan yang terbentuk lebih besar daripada volume air murni, artinya konsentrasi air dalam larutan gula menjadi rendah. Akibatnya antara lain, tingkat penguapan air pada permukaan larutan gula lebih rendah daripada penguapan pada permukaan air murni. Selain itu, jika larutan gula diletakkan berdampingan dengan air murni dan hanya dipisahkan oleh suatu membran, maka akan terjadi difusi neto dari air murni ke larutan gula. Air berdifusi dari daerah dengan konsentrasi air yang tinggi ke daerah dengan konsentrasi air yang rendah. Untuk menjamin terjadinya difusi molekul air tanpa disertai molekul gula, maka membran harus bersifat dapat terlalui molekul air tetapi tidak dapat terlewati molekul gula. Membran demikian disebut bersifat permeabel diferensial. Cara yang dianggap baik untuk menyatakan gejala difusi ialah dengan menggunakan perbedaan nilai potensial kimia zat antara dua daerah. Jika terdapat perbdedaan nilai potensial kimia air di antara dua daerah, air akan bergerak secara spontan, asalkan tidak ada yang menghalangi gerakan air tersebut. Arah gerakan neto air dari daerah dengan potensial kimia tinggi ke daerah dengan potensial kimia yang rendah. Gerakan neto air akan berlangsung terus sampai potensial kimia air pada kedua daerah itu menjadi sama. Ada tiga faktor yang menentukan nilai potensial air pada saat difusi, yaitu matriks sel, larutan dalam vakuola, dan tekanan hidrostatik dalam isi sel (Tjitrosomo dkk., 1990:6-9).
Menurut (Tjitrosomo dkk., 1990:9) masuknya air ke dalam sel melalui membran sel disebut osmosis. Perlu diingat bahwa struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkan molekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut. Sedangkan dinding sel primer biasanya sangat permebel terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbul tekanan di dalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan ke dalam air. Sel yang turgid banyak berperan dalam menegakkan bagian tumbuhan yang tidak berkayu. Alat ukur osmosis disebut osmometer. Umumnya, osmometer adalah perkakas laboratorium tapi sel hidup dapat pula dianggap sebagai sistem osmotik (Salisbury dan Rose, 1995:46).

IV.             METODE PRAKTIKUM
4.1  Alat dan Bahan
Alat :
a.       Cawan petri
b.      Skalpel/pisau potong
c.       Gelas ukur
Bahan :
a.       Kentang
b.      Garam dapur halus
c.       Air
4.2  Cara kerja


V.                   HASIL PENGAMATAN
Kelompok 1 (dengan garam)
Volume awal : 25 mL
Volume akhir : 24,5 mL
Rasa awal : tawar
Rasa akhir  : asin    
Tekstur kentang awal : keras
Tekstur kentang akhir : lunak
Warna kentang awal : kuning cerah
Warna kentang akhir : kuning pucat
Kelompok 2 (dengan garam)
Volume awal : 25 mL
Volume akhir : 24 mL
Rasa awal : tawar
Rasa akhir  : hambar
Tekstur kentang awal : keras
Tekstur kentang akhir : lunak
Warna kentang awal : kuning cerah
Warna kentang akhir : kuning pucat
Kelompok 3 (tanpa garam)
Volume awal : 25 mL
Volume akhir : 22,5 mL
Rasa awal : tawar
Rasa akhir  : tawar    
Tekstur kentang awal : keras
Tekstur kentang akhir : keras
Warna kentang awal : kuning cerah
Warna kentang akhir : kuning pucat
Kelompok 4 (tanpa garam)
Volume awal : 25 mL
Volume akhir : 24 mL
Rasa awal : tawar
Rasa akhir  : tawar    
Tekstur kentang awal : keras
Tekstur kentang akhir : keras
Warna kentang awal : kuning cerah
Warna kentang akhir : kuning pucat
Kelompok 5 (tanpa garam)
Volume awal : 25 mL
Volume akhir : 24 mL
Rasa awal : tawar
Rasa akhir  : tawar    
Tekstur kentang awal : keras
Tekstur kentang akhir : lembek
Warna kentang awal : kuning cerah
Warna kentang akhir : kuning pucat
Kelompok 6 (tanpa garam)
Volume awal : 25 mL
Volume akhir : 22,5 mL
Rasa awal : tawar
Rasa akhir  : tawar    
Tekstur kentang awal : keras
Tekstur kentang akhir : lembek
Warna kentang awal : kuning cerah
Warna kentang akhir : kuning pucat

                                              
VI.             PEMBAHASAN
Dalam praktikum difusi dan osmosis yang pertama dilakukan adalah menyiapkan dua butir kentang, kemudian mengupasnya dan membentuknya menjadi kubus. Setelah itu membentuk cekungan yang cukup dalam pada salah satu sisi kentang. Langkah selanjutnya adalah mengisi cekungan sebanyak separuhnya dengan garam dapur halus, sedangkan pada kentang satunya cekungan dibiarkan kosong. Kemudian meletakkan kedua kentang tersebut dalam cawan petri yang telah diisi air sebanyak 25 mL dan membiarkannya selama 30 menit. Setelah 30 menit berlalu kentang dikeluarkan dan diamati, serta mengukur kembali volume air yang ada pada cawan petri menggunakan gelas ukur. Setelah melakukan pengamatan didapatkan hasil bahwa air pada cawan petri berkurang ± 1-2,5 mL dan pada beberapa percobaan tekstur kentang ada yang berubah dari yang awalnya keras menjadi lunak.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa difusi dan osmosis merupakan transpor pasif, sebab dalam melakukan transportasi molekulnya baik difusi maupun osmosis tidak memerlukan energi. Transpor pasif juga dapat dikatakan sebagai transportasi molekul yang menuruni gradien konsentrasi. Difusi dapat diartikan sebagai perpindahan zat dari larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan dengan konsentrasi lebih rendah (hipotonis). Hasil dari difusi adalah konsentrasi yang sama antara larutan tersebut yang dinamakan dengan isotonis. Sedangkan osmosis merupakan difusi air melalui selaput semi permeabel. Air akan bergerak dari daerah yang mempunyai konsentrasi larutan rendah ke daerah yang mempunyai konsentrasi larutan tinggi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa difusi merupakan perpindahan molekul (zat terlarut) dari konsentrasi tinggi menuju ke konsentrasi yang rendah, sedangkan osmosis merupakan perpindahan pelarut (air) dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah melalui selaput permeabel. Jadi, pada difusi yang berpindah adalah zat terlarutnya sedangkan pada osmosis yang berpindah adalah pelarutnya (air).
Dalam praktikum kali ini kentang berfungsi sebagai bahan yang akan diamati dalam percobaan difusi dan osmosis. Ada beberapa variabel yang diamati pada praktikum kali ini yakni variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol. Variabel bebasnya yaitu kentang dan penambahan garam, variabel kontrolnya yaitu volume awal air dan ukuran kentang. Sedangkan variabel terikatnya yaitu volume akhir kentang, tekstur kentang, dan warna akhir kentang.
Pada percobaan kentang yang direndam dalam air biasa volume airnya berkurang. Hal itu disebabkan air dalam cawan petri masuk ke dalam kentang. Peristiwa yang terjadi pada kentang yang direndam dalam air biasa adalah peristiwa difusi, dimana kandungan air yang berada di luar kentang lebih besar sehingga air cenderung masuk ke dalam kentang yang menyebabkan berat kentang bertambah dan air dalam cawan petri berkurang.
Sedangkan pada percobaan kentang yang diberi garam pada cekungannya air menjadi asin, hal itu disebabkan kandungan air (telah mengandung garam) dalam kentang tersebut ke luar menuju air dalam cawan petri. Peristiwa tersebut dinamakan dengan peristiwa osmosis. Dimana kandungan air dalam kentang lebih besar sehingga air dalam kentang yang sudah mengandung garam cenderung keluar dan menyebabkan berat kentang berkurang dan air di luar kentang (dalam cawan petri) menjadi asin.
Teksur awal kentang adalah keras dan warnanya kuning cerah. Namun,  setelah dimasukkan dalam larutan yang mengandung garam tekstur kentang menjadi lunak (lembek) dan warnanya berubah menjadi kuning pucat. Hal itu disebabkan karena kentang yang hipotonis terhadap larutan garam. Sehingga air yang ada pada kentang keluar dari sel-sel kentang yang menyebabkan tekstur kentang menjadi lembek.
Pada percobaan kentang yang diberi garam tekstur awal kentang adalah keras. Namun, setelah didiamkan selama 30 menit tekstur kentang berubah menjadi lembek. Sedangkan pada percobaan kentang yang didiamkan pada air biasa selam 30 menit baik tekstur awal maupun akhirnya sama yakni keras. Warna awal pada kentang adalah kuning cerah, setelah didiamkan dalam air biasa maupun air garam warna kentang berubah menjadi kuning pucat.

VII.          PENUTUP
7.1  Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum mengenai difusi dan osmosis, didapatkan kesimpulan bahwa difusi merupakan perpindahan zat terlarut dari konsentrasi tinggi menuju ke konsentrasi yang rendah. Sedangkan, osmosis adalah perpindahan pelarut (air) dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi yang rendah melalui selaput permeabel.
7.2  Saran
Praktikum kali ini sudah baik dan tertib. Namun, alangkah lebih baik lagi kalau praktikan diberi tugas lain saat menunggu proses difusi dan osmosis yang ± 30 menitan, sehingga waktu tersebut tidak digunakan untuk hal lain yang kurang bermanfaat seperti mengobrol sendiri atau mainan HP di dalam laboratorium.

VIII.       DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A., dkk. 2010. Biologi. Jakarta: Penerbit Erlangga
Lantu, S. 2010. Osmoregulasi Pada Hewan Akuatik. Jurnal Perikanan dan
Kelautan. Manado. Volume VI, Nomor 1
Rahmasari, Hamita dan Wahono Hadi Santoso. 2014. Ekstraksi Osmosis Pada
Pembuatan Sirup Murbei (Morus alba L.) Kajian Proporsi Buah: Sukrosa
dan Lama Osmosis. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Malang. Volume 2, Nomor 3
Salisbury, Frank dan Cleon W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Bandung:
Penerbit ITB
Tjitrosomo, Siti Sutarmi, dkk. 1990. Botani Umum. Bandung: Angkasa Bandung
Trihandaru, Suryasatriya, dkk. 2012. Pemodelan dan Pengukuran Difusi Larutan
Gula dengan Lintasan Cahaya Laser. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVI HFI. Purworejo

IX.             LAMPIRAN
laporan praktikum difusi osmosis

laporan praktikum difusi osmosis